Yuks Mengenal Istilah Japanofilia - Kuma Mori
News Update
Loading...

Senin, 20 Juli 2020

Yuks Mengenal Istilah Japanofilia



Apa itu Japanofilia?

Japanofilia atau yang lebih dikenal dengan istilah Weeaboo/Wibu adalah ungkapan yang ditujukan kepada seseorang yang sangat terobsesi dengan segala kebudayaan Jepang secara berlebihan atau bertingkah laku seakan-akan mereka adalah orang Jepang dan tinggal di Jepang, meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang. Japanofilia dianggap sebagai sebuah gejala penyakit yang membuat penderitanya mengalami keterbelakangan mental dikarenakan mereka dianggap kurang menghargai budaya bangsa dan negaranya sendiri (untuk kategori yang sudah akut stadium 4). Japanofilia merupakan kebalikan dari Japanofobia (Ketakutan yang berlebihan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Jepang). Seseorang yang memiliki sifat Japanofilia disebut Japanofile,

Perbedaan Japanofilia dan Wibu

Tapi dalam beberapa studi menurut para ahli sosial, penyakit Japanofilia tidak terlalu sama artinya dengan penyakit Wibu. Karena pada dasarnya Japanofilia dikatakan memiliki minat yang sangat luas tentang kebudayaan Jepang, sedangkan Wibu hanya biasanya terfokus pada pop culture, seperti anime dan manga. Namun saat ini istilah Wibu itu sendiri cenderung sudah sangat biasa dipakai oleh umum. Di masyarakat Indonesia sendiri Wibu sering disalah artikan untuk memanggil orang yang suka menonton anime atau membaca manga ke level agak candu, tidak sampai ke tingkat yang sangat ekstrem seperti membangga - banggakan budaya Jepang.

Baca Juga: 15 Jenis Dere yang populer di anime


Ciri Wibu Lokal

Wibu seringkali mudah dijumpai di media sosial, biasanya mereka memiliki ciri - ciri menggunakan frasa Jepang dalam percakapannya, mereka berinteraksi satu sama lain menggunakan bahasa campuran yang kesannya tidak baku misalnya seperti "Watashi ini merupakan pecinta anime, menyapa dengan kata Ohayo, minta maaf dengan Gomenasai dll", menggunakan foto anime sebagai foto profil mereka dan menggunakan nama dalam frasa bahasa Jepang, padahal nama aslinya tidak seperti itu. Mereka juga sangat gemar memamerkan hobby mereka di media sosial. Mereka cenderung lebih suka berdiam diri dirumah dan jarang melakukan interaksi dengan dunia luar maupun tetangga mereka, tidak aktif bersosial dimasyarakat dll.

Bedanya Wibu dan Otaku

Dua hal ini sering sekali disama artikan oleh beberapa orang, namun sebenarnya kedua hal ini memiliki arti yang berbeda. Wibu itu seperti yang sudah dijelaskan diatas, sedangkan Otaku dalam istilah di Jepang merupakan sebutan untuk seseorang yang sangat menekuni hobby-nya atau sesuatu hal. Istilah ini pertama muncul di tahun 90an, serta memiliki makna positif maupun negatif tergantung penempatannya. Untuk makna Positifnya ketika seorang tersebut menekuni hobby-nya dan bisa menjadi pakar dari hobbynya tersebut atau produktif (bisa menghasilkan uang) karena hobbynya. Sedangkan untuk makna negatifnya ditujukan kepada orang-orang yang terlalu fanatik dengan hobby-nya tersebut dan tidak produktif serta membuatnya menjadi orang yang tertutup tidak mau berinteraksi dengan orang lain.

Hal tersebutlah yang mendasari perbedaan antara Otaku dengan Wibu, jika otaku hanya menekuni satu atau dua hal secara berlebihan. Sedangkan wibu merupakan seseorang yang sangat fanatik dengan hal yang berbau Jepang.

Akhir Kata

Semua hal yang dilakukan secara berlebihan belum tentu akan menimbulkan efek yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain, alangkah baiknya jika kita bisa membatasi diri dalam menyukai sesuatu. Menyukai budaya asing terutama budaya Jepang boleh-boleh saja namun harus mengetahui batasannya.

Memiliki sebuah hobby itu memang bagus, tapi lebih keren lagi jika hobby-mu itu bisa produktif dan tentunya bisa membanggakan kedua orang tuamu.

Share with your friends

Add your opinion
Disqus comments
Notification
This feature will available soon so stay tune on our website!!
Done